HIBURAN YANG POSIFIF ATAU YANG NEGATIF YANG KITA DAPATKAN???

Hiburan yang murah meriah dan paling gampang di dapatkan di dalam rumah adalah hiburan dari televisi dan radio yang pada umumnya di setiap rumah pasti memilikinya. Hiburan yang di dapat dari tv atau radio bermacam macam. Dari hiburan tersebut kita akan mendapatkn hl hal yang positif dan juga hal negative yang terdapat didalamnya. Hal positif yang kita dapat diantaranya adalah mendapatkan hiburan, berbagai informasi dri berita berita penting di dalam negri sampai di luar negri, dll. Hal negatif juga akan kita dapatkan. Misalnya saja hal negative dari televisi yaitu tontonan yang tidak mendidik bahkan memberikan pengaruh negatif dalam diri penontonnya.
Kita bisa ambil contoh dari sinetron. Sinetron zaman dulu dan sekarang sama sama mengambil alur cerita dari kehidupan yang di masyarakat. Bedanya, sinetron dulu lebih mendidik dan memberikan banyak pengaruh positif dari ceritanya, alur ceritanya pun menarik, lebih masuk akal, episodenya tidak terlalu panjang jadi tidak membosankan. Contoh sinetron zaman dulu yang sangat bagus menurut saya adalah “ keluarga cemara”. Berbeda dengan sinetron dizaman sekarang, yang ceritanya mudah sekali di tebak, berkelit kelit ceritanya, kurang mendidik, yang selalu saja menampilkan kekayaan, kehidupan glamor, yang terkesan memberikan contoh kurang baik buat para penonton.
Sadis memang, karna sebuah hiburan yang sangat mudah di dapat di dalam rumah ternyata tontonan yang kurang mendidik. Anak anak generasi muda yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang sesuai, bermutu dari sinetron, tapi kenyataannya berbanding terbalik. Anak anak sekarang sudah tidak mendapatkan tontonan yang seharusnya. Kebanyakan tontonan dari sinetron sekarang ini adalah tontonan yang kurang mendidik. Seharusnya anak kecil mendapatkan tontonan yang sesuai dengan usia dan pendidikan yang mereka terima, tai pada kenyataannya anak anak sekarang lebih suka menonton tontonan orang orang dewasa yang seharusnya tidak mereka tonton. Berbeda dengan anak anak remaja sekarang yang ada, mereka malah lebih suka nonton kartun, animasi, sitkom dan semacamnya yang menurut mereka lebih bagus dibandingan harus nonton sinetron.
Saya sendiri jenuh melihat sinetron sinetron zaman sekarang, dari sinetron A, sinetronB, sinetronC, rata rata ceritanya satu tipe sampai nama nama yang digunakan pun satu tipe. Misalnya menggunakan nama nama perhiasan seperti cincin, liontin, dll. Bukan bermaksud untuk menjelek jelekan sinetron yang sekarang ada, tapi bisakah ceritanya di kemas lebih menarik, episodenya tidak terlalu panjang agar tidak mudah jenuh, lebih mendidik, dan lebih kreatif lagi. Seperti sinetron sinetron zaman dulu. Agar para penonton lebih menghargai karya anak bangsa sendiri dan tertarikuntuk menyaksikan tayangan dalam negri dari pada tayangan yang luar negri yang di putar di dalam negri.
Orang tua juga harus berperan aktiv dalam mengawasi hiburan yang didapatkan anak anak mereka. Misalnya dengan cara mendamping atau mengawasi tontonan yang di tonton anak anaknya. Bukan hanya anak anak yang masih kecil yang harus diawasi, tapi anak anak remaja juga harus di awasi. Agar orang tua dapat mengetahui perkembangan yang terjadi pada anaknya. Karna tontonan yang mereka tonton dapat mempengaruhi pola pikir mereka.
Stasiun tv yang menayangkan tontonan pun tidak luput dari pihak ke dua yang memberikan pengaruh pola pikir maskayarakat atas tontonan yang mereka tonton. Sewaktu undang undang yang mengatur tayangan yang diberikan kepada masyarakat dibuat, setiap stasiun tv pasti memberikan petunjuk tontonan yang boleh ditonton sesuai usia. Seperti petunjuk “D” yang artinya tontonan untuk dewasa, “R” artinya remaja, “BO” artinya bimbingan orangtua, “SU” artinya semua umur. “A” artinya anak anak. Tapi sekarang stasiun tv sudah tidak memberikan petunjuk seperti waktu awal undang undang nya di resmikan.
Kira kira seperti itulah gambaran hiburan yang diterima masyarakat sekarang ini, khususnya sinetron. Hiburan yang seharusnya menghibur, memberikan manfaat dan contoh yang baik, mendidik, tetapi malah seperti ini. Semuanya kembali kepada individu masing masing. Semoga saja penonton lebih pintar untuk mencari hiburan yang bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s