industri kreatif indonesia

PROSPEK INDUSTRI KREATIF INDONESIA

Industri kreatif adalah bagian yang tak terpisahkan dari ekonomi kreatif. Bangsa Indonesia menyadari bahwa ekonomi kreatif , yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian, bakat, dan kreatifitas sebagai kekayaan intelektual adalah harapan bagi ekonomi Indonesia untuk bangkit, bersaing dan meraih keunggulan dalam ekonomi global.

Pada saat ini memang industri kreatif sangat diperlukan. Apalagi industri kreatif merupakan industri dengan sumber yang terbarukan karena berfokus pada penciptaan daya kreasi. Berbeda dengan industri pada sektor tambang dan migas yang semakin lama akan semakin habis.

Menurut departemen perdagangan Republik Indonesia pengertian industri kreatif didefinisikan sebagai “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.” ada 14 subsektoral  industri kreatif:

  1. Periklanan
  2. Arsitektur
  3. Pasar Barang Seni
  4. Kerajinan
  5. Desain
  6. Fashion
  7. Video, Film & Fotografi
  8. Permainan Interaktif
  9. Musik
  10. Seni Pertunjukan
  11. Penerbitan & Percetakan
  12. Layanan Komputer & Piranti Lunak
  13. Televisi & Radio
  14. Riset & Pengembangan

Data menunjukkan tingkat partisipasi pekerja pada bidang ini sebesar 5.14% dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Produktifitas tenaga kerjanya adalah 21.775 ribu rupiah per pekerja. Nilai tambah industri kreatif yang tertinggi dicapai bidang fashion sebesar 44.18% (Rp. 46 T) pada tahun 2006. Disusul kerajinan sebesar 27.72% dan periklanan 6.82%.

Industri kreatif di Indonesia harus dikembangkan karena  industri kreatif dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan dan menciptakan iklim bisnis yang positif serta membangun citra serta identitas bangsa.  Di sisi lain, industri kreatif berbasis pada sumber daya yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa serta memberikan dampak sosial yang positif. Meski demikian, untuk menggerakkan industri kreatif diperlukan beberapa faktor. Di antaranya, arahan edukatif, memberikan penghargaan terhadap insan kreatif, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Selain itu pemanfaatan industri kreatif yang ada dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Misalnya pemanfaatan komoditas kayu hasil hutan. Apabila kayu tersebut hanya digunakan sebagai produk industri kertas maka kayu tersebut akan mempunyai harga (nilai tambah) yang sedikit bila dibandingkan dengan pemanfaatan untuk mebel atau untuk barang kerajinan tangan, dalam hal ini mewakili industri kreatif.  Ide-ide dan kreativitas ini yang menjadi barang berharga.

Namun, ada yang menjadi penghalang besar dalam industri kreatif, yaitu hak intelektual dan pembajakan. Aset yang berharga dari industri kreatif adalah ide penciptaan. Ide ini bersifat abstrak namun akan terasa manfaatnya. Ide inilah yang menciptakan nilai tambah, maka perlu adanya pengakuan hak kekayaan intelektual (HaKI) untuk mencegah terjadinya pembajakan. Pembacakan konten industri kreatif ( musik, film,software, desain seni dll) dapat merugikan industri kreatif dan mematikan inovasi.

sumber dan referensi:

Advertisements

2 thoughts on “industri kreatif indonesia

    • tricahyaayu September 24, 2011 / 5:45 am

      sama sama,
      salam kenal jg.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s